RANDOM NOTES : PSIKOLOGI (DOA/PRAY)
Kapan hari lalu saat saya scroll di medsos, saya menemukan salah satu postingan yang menurut saya "kata-katanya" lumayan bagus, atau bahkan mungkin bisa dikatakan sangat bagus malah buat segelintir orang.
Ini videonya yang saya download dari akun tersebut 👇
Oh goshhh, what a lovely words is it?
Setelah membaca kalimat di atas, mata saya langsung tertuju ke jumlah like dan komentar di postingan itu.
Terhitung postingan itu sudah dilihat jutaan orang, mendapatkan jutaan viewers, ratusan ribu like dan mendapatkan sekitar 1,3 ribu komentar dari netizen di internet.
Jujur, saya bukan type orang yang suka kepo akan suatu hal tanpa alasan, saya juga bukan type penikmat postingan random FYP yang bejibun di medsos.
Tapi, postingan kali ini lumayan menyita perhatian saya secara pribadi, karena saya yakin relate dengan kehidupan banyak orang.
dan beberapa komentar dari netizen membuat saya jadi ngeh alias sadar kalo SANGAT MUNGKIN hal ini pernah terjadi di kehidupan kita.
Boleh jadi keberadaan kita jawaban dari doa orang random beberapa jam yang lalu ya. Contohnya komentar ini👇.
Bisa jadi keberadaan kita jawaban dari doa yang dipanjatkan seseorang pas mereka terpuruk atau lagi di fase down. Contohnya komentar ini👇.
Mungkin aja, keberadaan kamu itu jawaban dari doa orang lain sekaligus jadi momen yang ngingetin kalau kamu juga berharga di dunia ini.
Bisa juga adanya kamu itu adalah doa dari orang-orang yang bakal kamu temui di masa depan.
Dan boleh jadi keberadaanmu memang menjadi anugrah dari doa yang pernah dipanjatkan orang lain.
Bahkan, mungkin saja keberadaanmu itu doa yang dipanjatkan orang-orang sebelum kamu lahir.
(Catatan: klik gambar supaya tulisan komentar di atas bisa dibaca secara jelas)
Anyway, ngomongin soal doa, meskipun saya bukan orang yang religius, bukan orang yang "mbeneh" dan sama sekali tidak alim, tapi untungnya banyak orang yang mendoakan saya.
And surely that be one of the most lucky thing that i have till now. And im so grateful of it.
Saya pribadi juga meyakini, segala nikmat, rejeki, kebaikan yang saya dapatkan sekarang itu merupakan akumulasi dari banyaknya doa mulia yang dipanjatkan orang-orang sekitar saya, bahkan saya juga yakin doa itu pernah dipanjatkan oleh orang yang belum pernah bertemu atau hanya sebentar bertemu dengan saya.
Beberapa kali saya mengetahuinya secara langsung mereka memanjatkan doa itu di depan saya.
Sebagian lagi saya ketahui lewat pesan dari mereka, contohnya ini.
Nah, sekarang pembahasannya jadi lebih serius. Meskipun doa erat kaitannya dengan hal bersifat spiritualis dan agamis. Untuk urusan dikabulkan enggaknya doa kita itu kaitannya sama yang Kuasa.
Tapi ternyata doa juga memiliki efek terhadap kondisi seseorang.
Masih berkaitan dengan uneg-uneg saya dia atas, akhirnya saya memutuskan untuk mencari info lebih detail mengenai dampak "doa" terhadap manusia secara fisik. Dan saya semakin percaya kalau doa itu beneran ngasih efek positif setelah ada ilmuan yang beneran melakukan penelitian soal "efek" dari doa.
Dari jurnal ilmiah berjudul "Doa dari perspektif psikologi" yang diterbitkan oleh Universitas Islam Negri Antasari tahun 2019 menuliskan apabila ada peneliti luar negri bernama Rebecca Marina dan Dr. Felici yang melakukan penelitian dan hasilnya menujukkan fakta apabila doa juga bisa memberi pengaruh positif terhadap kesehatan tubuh kita. Ini penjelasannya 👇
Penjelasan efek doa terhadap kondisi psikologis (emosional/kejiwaan) 👇
Kesimpulannya, akhir tulisan ini saya mau mengatakan kalau boleh jadi keberadaan kita di tengah-tengah sekelompok orang atau seseorang bukanlah suatu kebetulan, mungkin saja keberadaanmu itu jawaban dari doa orang tersebut yang dia panjatkan beberapa jam lalu, beberapa hari lalu, beberapa bulan lalu, atau malah jawaban dari doa orang tersebut yang dia panjatkan sejak bertahun-tahun yang lalu.
Selain itu saya juga meyakini, mungkin segala bantuan, kemudahan serta kebaikan yang kita alami bukan hanya bersumber dari doa kita saja, tapi dari doa tulus dari orang terdekat, maupun dari orang lain yang tidak pernah kita duga.
No matter who you are, thanks a lot.
And please keep pray for each other.
Special words, saya juga mau menghaturkan "matur sembah nuwun kagem sampean lan sedoyonipun yang pernah mendoakan saya, mugi-mugi Gusti maringi balesan luweh katah kagem sedoyonipun". Xie-xie ni.














Komentar