RANDOM NOTES: PSIKOLOGI - ACT OF SERVICE
(Mulai masuk tahapan pembahasan lebih serius )
Sebelum bahas soal act of service, saya mau lebih dulu bahasa soal detail dari istilah love language.
● Apa itu love language ?
Love language bisa dimaknai dengan cara seseorang mengekspresikan dan mengharapkan rasa cinta dan kasih sayang.
● Apa saja bentuk love language ?
Dalam salah satu jurnal karya mahasiswa Program Studi Sarjana Psikologi, Universitas Tarumanagara Jakarta tahun 2024 menjelaskan apabila ada 5 jenis love language. Yakni:
a) word of affirmation. Type love language yang berupa kata-kata pujian, dukungan, dan apresiasi. Jadi lebih ke lewat ucapan atau gombalan
(b) quality time, diekspresikan dengan cara menghabiskan waktu berkualitas dengan orang lain seperti pasangan atau teman atau keluarga seperti lewat percakapan mendalam (deep talk).
Kalian mungkin pernah lihat 2 orang saling bicara? Satunya nyerocos terus dan banyak omong, satunya lebih banyak diem dan jadi pendengar yang baik. Nah biasanya pendengar yang baik itu yang punya love language ini.
(c) receiving gifts, dapat diekspresikan dengan memberikan hadiah ke orang terdekat atau orang yang disayang.
(d) act of service, Nah, untuk karakter Conrad tadi masuk type act of service ini. Biasanya diekspresikan dengan memberikan pelayanan seperti membukakan pintu, inisiatif membantu, membawakan barang dan lain sebagainya.
E) physical touch. Diekspresikan lewat sentuhan secara fisik. Seperti pelukan, elusan dan lainnya.
(Penjelasan lebih lanjut👇)
● Bagaimana love language bisa terbentuk dalam diri seseorang?
Pernah nggak kalian sadar, semisal kamu pribadi suka melakukan act of service, terus temenmu lebih suka type words affirmation. Kakakmu suka receiving gift dan sebagainya.
Ternyata love language nggak asal terbentuk dalam diri seseorang. Melainkan dipengaruhi oleh lingkungan, keluarga dan bahkan trauma.
● Apa efek love language terhadap kehidupan seseorang ?
Believe it or not love language put a big role dalam kehidupan setiap manusia, dan ngaruh banget terhadap perasaan seseorang dan bisa bantu seseorang lebih kenal dengan diri mereka sendiri soal apa yang mereka sukai dan butuhkan.
Contohnya cerita soal beberapa anak muda yang dijelaskan dalam Jurnal Fakultas Psikologi, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa tahun 2025 ini 👇🏻
Thats the art of being a human guys, we have our own way to express the real of who we are. I hope that dengan memahami love language masing-masing dari kita atau orang disekitar, bisa ngebantu kita memahami sisi lain dari mereka dan memahami setiap tindakan atau ucapan atau pikiran orang lain. Thats all.
Bersambung (Panick attack - Conrad ).....











Komentar