RANDOM NOTES : SCIENCE (TAKOTSUBO SYNDROME)

 





How are you doing? 

Are you good ?

I hope so. 

Well I wanna open this writing by greeting you all who read this. 

I just think i have to do it lately. 


Well anyway, saya mau.bilang kalau akhir tahun lalu sempat melihat salah satu drama Barat yang tayang di platform "Amazon Prime Video" bertajuk "The Summer I Turned Pretty". 


Dari beberapa tulisan yang saya baca, drama ini memiliki 3 season, tapi yang sempat saya lihat cuman season ke-3 yang launching tahun 2025 lalu. 

     

Ada salah satu scene yang saya ingat dari drama ini, yang mana saat salah satu tokoh utama bernama Conrad bilang merasakan sakit di bagian dada. (Ini scene nya 👇🏻)



Dalam scene ini, Conrad mengatakan : " and it hurt like, my chest physically hurt" atau dalam bahasa Indonesia "dan ini sakit, dadaku kek ngerasa sakit secara fisik" 

Pada bagian scene lainnya, Tokoh lain bernama Belly juga mengalami hal sama. Di scene ini dia sampai harus menyentuh bagian dada sebelah kiri karena perasaan sakit yang membuatnya merasa sesak.



Just being honest, i have been there for several times lately. and obviously it sucks. 


Seperti pada umumnya, saya meyakini scene seperti ini juga beberapa kali terlihat di film atau drama-drama yang lain. Pikir saya , ya mungkin kurang lebihnya cuman buat mendramatisir scene supaya lebih kelihatan emosional, biar aktingnya keliatan lebih menjiwai.


Tapi, ada penjelasan secara sains kenapa hal ini bisa terjadi. Di mana ada alasan ilmiah kenapa saat kita merasakan perasaan negatif, misal saja merasa sangat kecewa dada bisa langsung merasa sesak bahkan sampai terasa sakit.


Peristiwa yang terjadi sama scene di atas itu namanya Takotsubo cardiomyopathy / Takotsubo syndrom atau bisa juga disebut dengan istilah "broken heart syndrome" atau bahasa indonesianya sindrom patah hati. 


          ( Mulai masuk ke pembahasan utama yang lebih serius)

Mari kita kulik lebih dalam soal sindrom ini satu per satu. 

Pertanyaanya : 

 

 ● Kapan sindrom patah hati ini bisa terjadi ?


Syndrom ini bisa terjadi setelah kita merasakan beberapa perasaan negatif seperti kecewa yang luar biasa, patah hati, sedih, atau mengalami berbagai macam hal buruk lainnya.  



● Bagaimana sindrom ini bisa terjadi ? 

Secara sains, ada penjelasan soal kronologi terbentuknya perasaan "sindrom sakit hati" ini. Penjelasaanya ada di poin nomor 2. 👇🏻


(Kalau melihat penjelasan di atas, salah satu kaitannya soal stres yang datangnya seketika dan levelnya sudah tinggi /besar). 

 

Kapan bisa sembuh dari sindrom patah hati? 

Jawabannya ada di poin ke 4. 


Kalau melihat penelitian di atas, tulisannya itu sekitar 1-2 bulan baru bisa sembuh.


Nah, Tapi ada tapinya, pertanyaanya apa selalu begitu? Nggak juga, bisa lebih lama sembuhnya, sampai tahunan. Semuanya tergantung gimana cara melakukan "regulasi emosi" negatif masing-masing orang.

Intinya kuncinya itu kalau mau cepet sembuh, terletak di cara gimana kamu melakukan "regulasi emosi" pada dirimu sendiri.

Mungkin di sini, ada yang bingung soal maksud dari istilah "regulasi emosi", yakni kemampuan untuk mengenali, mengelola, dan menyikapi emosi, baik negatif maupun positif. 

Pertanyaanya, kenapa kita perlu bisa melakukan regulasi emosi? Kemampuan ini bakal  ngebantu seseorang untuk merespons situasi dengan lebih tenang dan efektif, tanpa terbawa emosi yang berlebihan. Selain itu juga bisa ngebantu kamu ningkatin fokus dan konsentrasi supaya nggak keganggu perasaan atau pikiran yang tidak terkendali. 

Kalau kamu pengen tau lebih lanjut soal regulasi emosi, bisa baca di link ini -->>https://www.alodokter.com/regulasi-emosi-ini-manfaat-dan-cara-mengembangkannya


Last but not the least, ada juga short advice di poin ke 5 buat sampean, kamu, anda atau njenengan yang pernah / lagi ngerasain ini. Not sure its gonna worth for you or not, but just give it a try darling.


Tulisannya : "You can heal a broken heart by understanding that some people are lessons, not destinations". 

Yang artinya, " Kamu bisa menyembuhkan patah hati dengan memahami kalau beberapa orang adalah pelajaran, bukan tujuan akhir.

Kesimpulannya, ternyata perasaan yang kita rasakan secara psikis itu nyata dan valid, dan perasaan ini bisa berdampak langsung terhadap kondisi fisik kita. 

Barangkali perasaan "sakit" itu juga menjadi "alarm" jika ada sesuatu yang salah dan harus diperbaiki serta dipulihkan dalam diri kita.

No matter who you are, please be healthy mentally and physically. I do believe so many people will feel so lucky to see you in a good condition. ♡

Komentar

Postingan Populer