RANDOM NOTES: PSIKOLOGI-Avoidance-Avoidance Conflict

 


How you guys doing? 
Hope you all have a great time and and fine. 
So this time im gonna talk about scene in a movie again. 
Kali ini yang mau saya bahas soal scene di film "Harry Potter". 

You guys must be know this movie, one of the most greatest movie in the world. 

We will not talk about this most famous trio, si Harry, Ron & Hermoine, instead of talk about them. I wanna talk about "Malfoy" A.K.A their rival. 

Please take a look of this scene first 👇

● Scene Malfoy :
 





Perlu dilihat & dicerna, ada dialog di sini antara Dumbledore dan Malfoy ; 

■ Dumbledore: "Please let me help u " (tolong, biarin aku bantu kamu)

■ Malfoy: "I dont want ur help, dont u understand?, i hv to do this, i have to kill u, or he is gonna kill me, "
(Aku nggk mau bantuanmu, apa kamu nggak paham? Aku harus ngelakuin ini, aku harus bunuh kamu, atau dia bakal ngebunuh aku).

Scene di atas terjadi saat Malfoy mau membunuh Dumbledore dan mengarahkan tongkat sihir miliknya ke arah Dumbledore. 

Lalu, pertanyaanya, apa Malfoy benar-benar ingin membunuh Dumledore ?

Realitanya kalau dilihat dari jalan ceritanya, Malfoy sebenarnya tidak benar-benar ingin membunuh Dumbledore. 
Tapi, dia terpaksa harus membunuh Dumbledore untuk menebus kesalahan yang dilakukan ayahnya kepada Voldemort, hal itu juga terpaksa dia lakukan supaya Voldemort tidak membunuh dia dan keluarganya. 

Jadi dia harus memilih antara kehilangan gurunya (kepala sekolah) atau keluarganya. 

Intinya Malfoy sedang mengalami 2 pilihan yang sama-sama sulit dan merugikan dirinya, ibarat kata maju kena mundur kena. Kondisinya serba salah.

Kondisi di atas bisa dinamai dengan konflik batin type avoidance-avoidance conflict atau jika diartikan yakni Konflik penghindaran-penghindaran .



(Pembahasan mulai serius)

So, lets talk more about konflik batin. 

● Apa itu Konflik Batin?

Dari jurnal tulisan mahasiswa STKIP Ponorogo tahun 2023 menjelaskan apabila konfilk batin adalah kondisi di dalam diri seseorang, yang melibatkan emosi, pikiran, atau keinginan yang saling bertentangan.

Hal ini biasanya terjadi ketika seseorang dihadapkan pada pilihan sulit, dilema moral, atau ketika keyakinan bertentangan dengan dorongan hati, sehingga memengaruhi suasana hati dan perilakunya.

Lalu dari sumber lainnya di website Liputan 6 mengatakan jika konflik batin adalah : 




● Konflik Batin dalam Psikologi
Dalam psikolog, konflik batin ini merupakan salah satu masalah yang terjadi antara seseorang dengan dirinya sendiri. 

● Pertanyaanya, dimana konflik ini terjadi?  

Konflik batin ini berlangsung di dalam pikiran dan perasaan seseorang. 

Meski begitu, konflik batin bisa berdampak pada perilaku seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain. Ada yang bilang konflik ini ringan dan mudah diatasi, namun tak jarang pula menjadi begitu berat. 

● Konflik batin disebabkan oleh apa ?

Nah. Ternyata penyebab konflik batin ada beberapa alasan, secara garis besar disebabkan oleh ; 

A. Faktor internal (dari diri sendiri) seperti, ekspektasi yang terlalu tinggi, trauma masa lalu yang belum selesai, kebingungan soal diri sendiri dll.

B. Faktor eksternal (dari luar) seperti, tekanan di tempat kerja, tekanan sosial dan ekspektasi keluarga/masyarakat, pengaruh media sosial, ketidakpastian ekonomi (kondisi keuangan), dll. 

C. Faktor biologis, seperti kondisi mental yang bermasalah, hormon yang tidak seimbang, efek samping obat dll.





● Konflik batin ada apa saja macamnya ? 







(Btw, scene yang dialami Malfoy tadi masuk konflik ke-2 ini) 👆







(Klik gambar untuk melihat tulisan lebih jelas)



● Dampak konflik batin apa saja? 

Meski terdengar sepele, konflik batin ternyata bisa memberi dampak buruk berkepanjangan jika tidak dapat "diselesaikan" dengan baik. 

Diantaranya seperti; 
A. Dampak psikologis, seperti stres / cemas yang meningkat, depresi atau perubahan suasana hati yang drastis, kemarahan tidak terkendali, frustasi, sulit mengambil keputusan dan lain sebagainya. 

B. Dampak fisik, seperti sakit kepala, kelelahan kronis, perubahan nafsu makan (semakin banyak makan bisa juga semakin sedikit makan), gangguan pencernaan dan sebagainya. 

C. Dampak sosial, seperti sulit membangun hubungan yang sehat dengan sekitar, penurunan kinerja di tempat kerja, sulit menikmati aktivitas sehari-hari dan sebagainya. 

D. Dampak spiritual, seperti bingung menentukan arah hidup, krisis makna & tujuan hidup, dan sebagainya. 

E. Dampak jangka panjang, seperti mengalami gangguan mental contohnya kecemasan, penurunan kualitas / standar hidup, sulit mencapai tujuan hidup dan potensi diri dan sebagainya. 

● Bagaimana cara mengatasi konflik batin ?

Cara mengatasi konflik batin itu susah-susah gampang, dalam arti harus melibatkan diri sendiri dan lingkungan sekitar. 

Ada beberapa cara dalam mengatasinya, diantaranya seperti : 

A. Identifikasi sumber konflik, yakni mengindentifikasi / mengenali soal sumber masalah yang sedang menimpa. 
B. Mindfulness, yang contohnya bisa dilakukan dengan mengamati dan memahami perasaan yang sedang terjadi, selain itu bisa juga dengan fokus pada momen sekarang tanpa menghawatirkam masa lalu atau masa depan. 
C. Reframing Perspektif, yakni ubah cara pandang tentang peristiwa yang sudah terjadi atau akan terjadi. 

D. Komunikasi terbuka, yakni bisa dilakukan dengan curhat kepada orang yang bisa dipercaya.

E. Pengambilan Keputusan yang Terstruktur. Bisa dilakukan dengan mempertimbangkan setiap pro kontra dari setiap hal yang akan dipilih. Pikirkan konsekuensinya dan sebagainya. 

F. Perawatan diri, bisa dengan mengubah pola makan, gaya hidup dan sebagainya. 

G. Terapi profesional, seperti pergi untik konsultasi ke psikolog. 

H. Pengembangan Keterampilan Emosional. 






Akhir kata, saya mau menutup tulisan kali ini dengan kalimat bahwa setiap orang, pada titik tertentu dalam hidupnya, pasti pernah mengalami pergolakan internal dalam diri sendiri seperti "konflik batin" ini. 

Selain itu dalam menyelesaikan konflik batin juga perlu usaha dan pasti akan memerlukan waktu, untuk itu penting untuk terus mencoba dan berusaha sesuai dengan kondisi masing-masing. Oleh karena itu kenapa penting untuk memahami kondisi tubuh sendiri dan meminta "bantuan" kepada orang terpercaya atau bahkan ke psikolog jika merasa butuh pertolongan.



Komentar

Postingan Populer