INDONESIA-TAIWAN (Rénshēng) PART 4
(好言一句三冬暖)
"Satu kata baik dapat menghangatkan tiga bulan musim dingin"
Satu ucapan ramah, pujian tulus, atau dorongan semangat dapat memberi kehangatan emosional dan kenyamanan yang bertahan lama di hati seseorang, bahkan di saat-saat tersulit/terdingin dalam hidup mereka.
Untuk tulisan kali ini, saya terinspirasi dari postingan yang diunggah oleh Reza Putranto selaku salah satu Professor muda asal Indonesia yang pernah menempuh pendidikan di luar negri, tepatnya di Prancis.
Menurut postingan beliau, yang diunggah di akun Instagram resmi miliknya, pak reza menjelaskan bahwa, seseorang bisa menjadi soul medicine bagi orang lain.
Maksudnya gimana? Sepemahaman saya postingan di atas itu menjelaskan, ternyata kehadiran seseorang itu bisa bikin orang lain ngerasa lebih tenang, lebih nyaman atau merasakan perasaan baik lainnya seperti bahagia (bungah), ceria dan semangat.
Hal di atas bisa saya contohkan dengan kondisi di PT, saya mengamati banyak dari mereka terlihat berganti moodnya dari yang mulanya lesu / spaneng berubah jadi terlihat sangat bahagia atau bersemangat saat melihat orang yang mereka sayang.
1. Contoh saja mbak AI, dia memiliki beberapa anak. Kebetulan mbak AI itu sangat dekat dan sayang dengan anaknya yang paling kecil.
Dari ceritanya dengan saya baik secara langsung maupun via WA, saya menyadari jika dia sangat sigap dan telaten dalam menghandle tumbuh kembang anaknya.
Dia juga sering mengapresiasi pencapaian anaknya entah itu dengan membelikan sesuatu atau memberi uang.
Saat masih di PT, saya juga sering kali melihat mereka melakukan panggilan video (video call), seingat saya sekitar 2 kali sehari saat pagi dan malam menjelang tidur.
Saya juga bisa menyadari dengan jelas jika wajah suara mbak AI terdengar langsung bahagia dan langsung terlihat sumringah saat melakukan video call dengan anaknya yang paling kecil ini.
2. Lalu ada mbak HG, keluarga mbak HG bisa dikatakan keluarga cemara yang nyaris sempurna.
Saya hampir tidak pernah mendengar mbak HG bertengkar atau "gelot" dengan suaminya.
Dia pernah bilang ke saya, kalau kedua anaknya masih menempuh pendidikan di Sekolah Dasar (SD).
Menurut curhatannya, mbak HG pernah bilang ke saya kalau kedua anaknya memiliki sifat yang jauh berbeda, yang satu dominan ke sifat introvert, satunya lebih ekstrovert.
Dia juga sangat sering mengunggah postingan soal keluarganya, apalagi soal kedua anaknya yang beberapa tahun lagi akan beranjak remaja. Dari ceritanya saya mengetahui kalau kedua anaknya yang kebetulan cewek-cowok ini jadi alasan terkuat dia memilih kerja ke Taiwan dan menjadi sumber utama rasa semangatnya.
3. Ada juga mbak KT, kebetulan dia berasal dari Sumatra, tapi fasih berbahasa Jawa.
Mbak KT ini tengah memiliki masalah dan memiliki hubungan kurang baik dengan mantan suaminya.
Mereka memang belum berpisah secara hukum, tapi secara agama mereka sudah bisa dikatakan bercerai karena telah beberapa kali di talak.
Jujur saya dan mbak KT sangat akrab, saya juga bisa mengatakan dia sangat kuat, penyayang dan memiliki prinsip ideal dalam hidupnya.
Sampai sekarang kami juga masih terus berhubungan silaturahim meskipun nantinya kami akan bekerja di negara berbeda, saya di Taiwan dan mbak KT di Hongkong.
Dia sangat menyayangi anaknya, dan juga kedua orang tuanya. Tapi untuk sekarang ada juga orang lain yang menjadi sumber semangat dalam hidupnya, yakni kekasihnya yang tengah merantau di luar pulau.
Selain anggota keluarga, saya yakin "soul medicine" bisa juga diemban oleh seseorang yang tidak punya ikatan darah, entah itu gurunya, majikannya, sahabatnya, idolanya, atau bahkan mungkin seseorang yang tidak kenal / tidak akrab antar satu sama lain.
Dan jelas, seseorang yang menjadi soul medicine njenengan pasti bisa memicu perasaan bahagia dan ini juga akan berdampak "LANGSUNG" terhadap kesehatan tubuh kalian.
(Persentase & dampak rasa bahagia terhadap kesehatan tubuh)
Well thats life and thats normal.
Menurut saya hal di atas sangat lumrah dialami oleh banyak orang, apalagi buat mbak-mbak yang masih di PT, maupun yang sudah bekerja di negara tujuan.
Sayangnya, tidak semua orang bisa terus-terusan bareng atau tinggal bersama atau selalu bertemu dengan soul medicine mereka, hal ini jelas dialami banyak mbak-mbak PT yang bekerja di luar negri. Tapi saya pribadi juga meyakini perasaan yang kuat dan ketulusan menjadi sumber utama yang berdampak besar pada rasa sayang itu sendiri.
Saya mendoakan semoga njenengan semua dan orang yang menjadi "soul medicine" kalian bisa terus sehat dan bisa mengalami puluhan, ratusan bahkan ribuan kali kebaikan serta kebahagiaan yang tidak ada habisnya.



Komentar